"Bila kelak kita berada pada rumah yang berbeda, ingatlah aku adalah teman baikmu yang pernah memimpikan rumah yang satu atap bersamamu," -unknown.
Yang terbersik dalam benakku adalah, "Bagaimana rumah idamanmu bersama dia sekarang? Apakah kalian membicarakannya dengan serius atau hanya sekedar saat melewati perumahan dan menjadikannya bahan pembicaraan?" Aku yakin, kau sudah sangat yakin untuk hal itu.
Aku tidak mengharapkan semuanya kembali, hanya saja ingatan itu yang datang lagi menjadi kenangan. Tenanglah, aku bahagia dengan keadaan seperti ini........ Namun kadang ku harap kau kembali dalam hari-hari ku, menemaniku dalam tawa dan sedihku, menanyakan kabarku dan mengkhawatirkanku, menyapaku di pagi hari dan menemaniku dalam malamku..... Atau minimal, Tuhan mengirimkan kepada ku yang seperti mu. Yang mengharapkan tinggal pada atap rumah yang sama yang di dalamnya ada furniture merah dan hitam, punya aquarium, dan halamannya tidak terlalu luas. Like we used to.