Kamis, 12 Desember 2013

Jika Wanita Menangis

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.

Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya... .

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa egoisnya

Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika seorang wanita menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,

Lihatlah matanya....

Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan....

Wanita mana lagi yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu.... ..

Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.


Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,


Kamis, 05 Desember 2013

Kelak

Sebelumnya ku mau ucapkan maaf karena selama ini memang sudah cukup menyusahkanmu. 

Aku jadi teringat, waktu itu dikeramaian, ternyata kita tidak kalah ramai diantara mereka. Sedikit berlebihan sih memang. Saat malam telah menunjukkan gelap dan dinginnya, lagi lagi suasana kita tidak kalah dinginnya. Dan sekarang, saat suhu badan sedang panas-panasnya, kita juga tidak kalah panas.

Namun satu yang perlu kamu tahu....
Penyakitku itu satu; kamu. Obatnya juga satu; kamu.
Kamu tahu kenapa?
Saat tak melihatmu, ada rindu yang menyerang. Dia menyerang hati dan pikiranku. Tak jarang menggaggu aktifitasku, namun ku tak berdaya. Kadang malah membuat penyakit dariku. Begitu melihatmu, ada rindu yang terobati; tapi tak sesuai harapan. Karena aku sadar, kamu bukan orang yg layak untuk ku rindukan. Emang kamu siapanya aku? Sakit lagi. Tapi satu, aku ga mau saat saat itu berlalu dengan cepat, karena ku ingin menatapmu, dengan segenap tawa mu, yaa... Mungkin tawa saat kamu menatap layar handphone mu; bahagia dengan yang lain gitu.

Tapi kadang penyakitku akut, jadi agak berlebihan yang menyebabkan rasa manja. Kamu tidak suka ya? Maaf. Ku hanya ingin memuaskan rinduku. Tapi sepertinya kamu tidak mau ya? Iya, aku kan tak berarti untuk mu. hhehe.

Ku harap kamu tidak marah. Ku harap kamu tetap sabar ya. Karena rindu tak terungkapkan itu dapat mengakibatkan salah penafsiran. Jadi, apapun yang kamu pikir tentang aku, semoga tidak jadi alasan utama munculnya jarak antara kita.

Aku mau bilang, saat itu aku tidak benar-benar menangis. Aku hanyak ingin melihatmu tidur nyenyak malamnya dan paginya kamu bangun dan ngigau, ku rasa itu lucu. Saat tengah malam itu ku juga tidak benar-benar memaksa malam itu terus berlanjut. Aku hanya ingin melihatmu dengan gagahnya tampil diantara orang jahat itu. Tapi percayalah, walau ku tak bisa melihatnya, kamu tetap gagah di mataku, walau hanya sekedar dari tampilanmu saat lelah, misalnya. Dan saat itu, aku tidak benar-benar ingin meramaikan suasana, yang ku mau hanya mengobati rindu yang sepertinya akan berhenti sampai saat itu. Namun gagal. Sepertinya ku akan merindukan mu lagi :p

Kamu jangan marah ya. Kamu diam saja sudah cukup membuatku sedih. Maaf. Aku memang cukup rewel untuk merusak mood mu. Aku cukup kekanak-kanakan, ya, sehingga mampu jadi alasan kuat kita tidak bersama. Tapi yah, saat begitu akunya butuh kamu; ngajari aku. Ngajari aku tuk jadi seperti yang kamu minta dan inginkan.

Percayalah....

Suatu saat nanti, kamu bakalan nemu pasanganmu yang tidak meribetkanmu. Kamu mau ini dia nurut, dan sebaliknya; manis sekali yah. Suatu saat nanti, tidak ada aku lagi yang mengganggumu, membuatmu khawatir, dan marah. Suatu saat nanti tidak ada aku lagi yang bodoh dalam mengungkapkan rindu hingga memunculkan percekcokan. Suatu saat nanti, tidak ada aku lagi yang mengharapkan kamu selalu hadir.

Tapi percayalah, suatu saat nanti, masih ada aku yang mendoakanmu agar kamu tetap menjadi pria yang sabar, yang lembut, dan yang perhatian.

Terimakasih untuk tetap hadir dan sabar. Maaf telah merepotkanmu.

Pergilah saat kamu mulai tidak betah dengan sifat ku. Siapa tahu aku bisa belajar untuk bisa  kuat tanpa mu.

Kamis, 21 November 2013

Awalnya Sih

Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai malam tiba semua yang telah kita lalui meramaikan pikiranku sebelum tidur.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai pertemuan begitu menjadi hal yang suram bila ada yang terlewatkan sedikit pun.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai aku ingin menghentikan waktu bila kita sedang bersama.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai namamu entah mengapa sering terucap saat aku bercerita dengan teman-temanku.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai ntah mengapa saat teman-teman mengusik tentang hubungan kita ada bahagia yang terselip.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai detail cerita yang harusnya aku sembunyikan malah aku bagikan dengan mu.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai akhirnya sebuah lagu cinta mampu membawa mu kedalamnya.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai akhirnya aku terdiam saat teman-teman bilang "kalian cocok banget"
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai suatu saat aku tersadar betapa doaku banyak menyebut nama mu.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai bila melihatmu dalam kondisi burukmu ada perasaan ingin memberi perhatian padamu.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai jantung ini sering berdetag saat bila melihatmu hanya tersenyum sederhana saja.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai aku pernah meneteskan air mata agar kamu baik-baik disana.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai dada ku sering terasa sesak ga tahu ntah kenapa dan saat melihatmu hadir sepertinya aku melemah.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai sepi yang kurasa saat melihat handphone ku tidak ada notif dari kamu lagi.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai akhirnya aku tahu kamu sudah dengannya.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai aku harus membunuh rinduku padamu dan menutupi bahagiku saat kau hadir di hadapanku.
Awalnya sih aku baik-baik saja, sampai aku sadar betapa aku harus kuat untuk melupakanmu dan melepaskanmu.

Awalnya sih aku baik-baik saja..........................................
                                                                 Sampai akhirnya aku sadar bahwa aku jatuh cinta padamu.

Senin, 18 November 2013

Pria di Balik Panggung

Ku pandangi butiran keringat di kepalamu, mata mu yang redup seakan ingin terlelap, keringat di baju mu, bibirmu yang kau gigit pelan saat mengangkat barang yang berat itu.... Kau begitu sempurna.

Sesekali ku dengar tawa mu yang bahagia seolah kamu tidak masalah dengan apa yang sedang kamu kerjakan saat itu. Candaanmu juga masih bisa ku dengar manis. Dan hingga ragamu mulai letih, ku lihat kamu terduduk pasrah di tangga panggung itu, melap keringat yang mengerumuni muka dan sekujur tubuhmu, menghela napas panjang, dan menegak air minumanmu. Batin ku bergejolak, "Indahnya yang akan menjadi kekasih mu kelak".

Tak akan hentinya aku memujamu, mengagumi mu dari sesi letihmu, dari sisi kucel mu, dan dari sisi hela napas tanda capekmu. Betapa punggumu yang terasa berat ingin ku usap lembut sembari membisikan cerita seru dan melap keringat di leher belakangmu. Betapa rambutmu yang basah ingin ku kucek-kucek sambil tertawa cekikikan dengan mu, serta kacamata mu yang mulai mengkusam ingin ku bersihkan. Iya. Betapa aku mencintaimu mulai dari kekuranganmu hingga lebih mu.

Dari semua khayalan dan harapanku, ternyata aku hanya bisa memilih untuk menundukkan kepala dan menghela napas panjang, menutup mata dan mendoakan kamu agar diberi semangat dan kesehatan. Kembali membuka mata dan membangkitkan kepala, tersenyum simpul dan pergi dari tempat persembunyianku; iya, persembunyianku untuk menatapmu dalam diam.



 Dari aku,
Pemuja rahasia mu yang berharap lebih dari sekedar diam.

Jumat, 15 November 2013

Selamat Pagi

Bagaimana tidurmu? Nyenyakkah? Atau semalam kamu bergadang lagi? Permainan apa yang mengganggu tidur mu? Aku harap tidak merusak kesehatanmu ya.

Pagi ini masih terlalu subuh untuk ku merasakan kerinduan. Untuk sebuah keinginan sekedar menyapamu di pagi hari.

Selamat pagi, kamu... Pria yang harus ku tutup rapat sebuah kenangan indah bersama
Selamat pagi, kamu... Pria yang dulu mampu menjadi mentari yang sanggup menghiasi hari
Selamat pagi, kamu... Pria yang dulu menyapaku manis dibalik telepon
Selamat pagi, kamu... Pria yang terlalu indah tuk kulupakan
Selamat pagi, kamu...

Semoga hari ini dan esok lekas berlalu. Iya. Berlalu bersama rasa sayang dan rinduku yang harus segera memudar. Semoga pagi di esok hari tak lagi bangun dengan rindu yang menyesakkan dada. Semoga pagi di esok hari mampu melihat update-an mu menyapa pagi wanita mu. Semoga pagi di esok hari ku dapat bersinar kembali yang ku dapat dari mentari yang baru. Semoga pagi ku kelak tak meninggalkan ingatan bahwa malamku pernah di akhiri oleh air mata. Semoga pagiku dan pagimu tetap bersinar indah tanpa kerinduan untuk bersama.


Selamat pagi. Ini pagi kesekian aku melupakan bahwa aku harus melepaskan mu.

Kamis, 14 November 2013

Tak Bisakah

Waktu memang tidak berpihak pada kita, semesta hanya memberi kita kesempatan yang sangat singkat untuk sebuah cerita cinta. Malam kita sudah tidak lagi sehangat dulu, pagi kita tak lagi secerah mentari yang menyapa hari baru. Senyum mu tak lagi selembut yang ku dapat selama ini. Sapa mu tak lagi ku dengar. Bicara mu tak lagi sehangat dulu namun sekarang menimbulkan luka. Ragamu tak lagi menjadi yang ingin ku dekap selalu namun kini selalu ingin ku hindari. Kamu........ tak lagi seperti yang aku kenal dulu.


:'(

Aku sangat bersedih. Tak bisakah sejenak kamu menolehku tanpa sebuah sapaan seperti dulu? Tak bisakah sebentar saja kamu meminjamkan bahumu untukku bersandar? Tak bisakah sebentar saja aku meminjam tanganmu untuk mengusap lembut kepalaku? Tak bisakah sebentar saja aku meminjam suara untuk sebuah nasihat yang membangunku? Tak bisakah sejenak kau hadir menemaniku?

Tak bisakah kamu sekedar pergi namun tak merubah sifatmu kepadaku? Merubah kelakuanmu terhadap ku? Karena perubahanmu membuatku semakin merindukanmu. Iya. Merindukan kamu yang dulu.



Tak bisakah kamu bertingkah seolah kita memang tidak pernah bersama hingga berpisah? Tak bisakah kamu tidak meneteskan air mataku lagi? Pergilah tanpa menghilakan luka dan kenangan. Pergilah, anggaplah aku seperti teman-teman yang lainnya. Ya. Seharusnya begitu, karena kamu bukan siapa-siapa ku dari awal. Jadi, apa yang harus membuatmu berubah?

Rabu, 13 November 2013

Aku Menunggumu

Kembali ku tatap layar handphone ku, lagi lagi aku harus menarik napasku dalam untuk menguatkan diriku tuk melihat notif dari mu sejak saat itu tak pernah ku terima lagi. Ku buka daftar recent update ku untuk mengechek siapa tahu kamu ada update, lumayan, sedikit info dari kamu yang bisa ku terima...tapi nyatanya juga tidak ada. Oh Tuhan, apa kabar kamu disana?

Sekedar ku chek chat history kita, ternyata masih sanggup membuatku cekikikan. Lalu tanpa sadar ku lupakan pesan masuk dari dia, iya, dia, penggantimu. Ku pejamkan mataku, ku tarik napasku, dan hei, ada bulir kecil keluar dari mataku. Ku hapus dia dan kembali ku kuatkan diriku. Iseng ku melihat memoryku, ternyata lagi lagi ada kamu beserta kenangan kita, hasil chat capture-an tidak mau kalah tuk menuntunmu kembali dalam ingatan. Manis sekali saat dulu. Tak pernah ku sangka, hal semanis ini dapat ku lalui bersamamu, orang yang tak pernah kubayangkan sedikitpun dulu.

"Tuhan, tak dapatkah Engkau kembalikan dia untuku lagi?" pintaku dalam hati ketika melihat foto itu, saat kau tertawa lepas dibalik punggungku dan merangkul leherku lucu, alis matamu yang tebal dengan kacamata dan behelmu membuat kamu terlihat sempurna tuk jadi masa lalu ku. Terbentang lebar ingatan dulu saat foto itu akan dibidik, di taman cinta biasa kita sebut, sambil melihat anak-anak tertawa riang sambil kita berkomitmen lucu. "Nanti anak kita gak kalah lucunya dari mereka", katamu sambil kembali menggelitiki ku. Begoknya, seharusnya kita sadar 2tahun bersama itu belum menjadi patokan kalau kita berjodoh ya.

Tawa ku kembali memancarkan sosok yang seolah kuat, saat melihat foto kau merangkulku dengan pancaran tak ingin kehilanganku, di depan hiasan bunga pesta pernikahan teman kita. Dulu ada banyak doa dan harapan teman-teman saat kita foto disitu. "Semoga cepat menyusul ya", kata mereka yang hanya bisa membuatku terdiam untuk mengaminkan, menatap ke arah mu dan melihat pancaran tulus dari matamu sembari mengusap kepalaku. Oh Tuhan, betapa indah dia Kau berikan padaku.

Di bangku ini, ku melihatmu disana, tertawa indah dengan yang lain lalu melihat ke arahku dan tersenyum. Sungguh, ku tak ingin kehilangan senyum itu. Di depan ini aku melihatmu sedang memimpin pembicaraan, hati ini berdegup saat ku rasa sepertinya amarahmu muncul, namun kau menatapku seolah kau butuhkan aku disampingmu. Hanya senyum yang bisa ku beri, karena kurasa doaku telah menguatkanmu, ya, kamu nampak lagi tarik nafas dan aku lega bahwa amarahmu telah berlalu. Ku tundukkan kepala ku dan lagi-lagi ku panjatkan doaku, aku tak mau kehilangan degup jantung ini Tuhan, yaa degup jantung bahagia yang berdetag sesuai detag jantungnya.

Ya, semesta telah memisahkan kita. Memisahkan kita dengan mudahnya dengan alasan ketidak cocokan. Setelah suka duga kita lalui dengan seimbang namun tetap harus berpisah. Jodoh memang tidak ada yang tahu.

Tapi disini masih ada keyakinan ku padamu, masih ada harapku untukmu. Ini bukan salah aku atau kamu makanya kita berpisah, ini hanya ujian untuk keabadian kita bersama. Semoga disana kamu masih setia mendoakanku ya, masih menopang kuat fondasi cinta kita.

Aku masih menunggumu disini, dibalik telepon sambil bercerita cerita seru kita seharian, di teras rumahku bermanja-manja ria,  di ruang petak ini sembari melantunkan lagu indah yang kita bikin ruwet karena permainan piano kita yang abstrak, di Gereja sambil berdoa untuk hubungan kita kelak. Aku masih menunggumu.




Jika kau lelah dalam pencarianmu, ingatlah aku disini. Sosok yang dulu kau perjuangkan dan tak ingin kau lepaskan.
Jika kau dibuat susah karena pekerjaanmu, ingatlah aku disini. Sosok yang bisa membuatmu tertawa dan mengusap kepalamu ringan.
Jika kau inginkan bahu untuk bertopang, ingatlah aku disini, tempatmu yang kau percayakan untuk susah dan sedihmu.
Jika kau rindukan aku, aku kan selalu ada untukmu.

Selasa, 12 November 2013

Untaian Doaku padaNya, tentang Kamu

Selamat pagi, Tuhan...

Pagi ini sungguh indah, waktu menunjukkan pukul 05.00 dan aku menemukan diriku di hari yang baru lagi dan berkat yang baru lagi. Aku terjaga dalam tidurku dan tak lupa Engkau membangunkan aku, Terimakasih Tuhan. Pagi ini ku dengar Mama memanggil namaku dalam lelapku, merdu sekali suaranya, semoga Engkau selalu memberkati dia Tuhan. Papa juga, walau jauh disana, ku yakinkan dia dalam naungan kasih Mu, Tuhan

Tuhan, pagi ini dadaku merasa aneh. Dia seperti merindukan seseorang. Tapi ku yakinseseorang ini sudah tidak rahasia bagiMu dan rindu ini tak hal yang baru yang ku panjatkan untukMu. hhehe.

Tuhan, Engkau tahu, rinduku ini tidak akan terucap dan terbalas, namun ku serahkan rinduku padaMu, Tuhan. Salurkanlah Bapa rinduku padanya, peluk dia erat Tuhan agar dia dapat merasakan disini betapa aku merindukannya. Tuhan, engkau juga yang menjaga dia satu hari ini yaa. Beri dia hikmat kebijaksanaannya dalam setiap aktifitasnya. Jaga dia dan beri kesehatan, Tuhan. Karena ku lihat dia semakin kurus. Jangan hilangkan pancaran sukacita dari letihnya, Tuhan.

Tuhan, bila disana ada pasangannya yang lain yang bisa memberi dia semangat dan doa secara langsung kepadanya, ku harap semoga pasangannya itu yang terbaik, Tuhan. Tumbuhkan cinta yang tulus dihatinya dan rasa menyayangi yang indah yang dari padaMu. Ku harap cinta dan sayangnya mampu melebihi dari apa yang telah ku miliki. Jaga hati wanita itu Tuhan agar orang yang ku cintai tidak terluka. Tuntun mereka dalam kasihMu

Tuhan, ini terdengar sedih bila mendoakan mereka. Tapi aku percaya, bila ini rencanaMu maka semuanya akan indah. Bahagiakan dia, Tuhan. Karena bahagianya adalah suka ku, karena senyumnya adalah yang selalu ku rindu, karena raganya yang sehat adalah berkatMu yang sangat ku kagumi.

Tuhan, kuatkan aku ya. Bila suatu saat nanti aku merasa sedih dan kehilangan dia, erat aku Tuhan. Hapus sedih dan airmataku. Bisikan padaku bahwa dia bahagia dan baik-baik saja disana. Jaga kami berdua, beri kami kebahagian bersama walau mungkin tidak bersama.

Waaa, indah sekali pagi ini bercerita denganMu, Tuhan. Apapun yang masih tersimpan dihati ini, ku yakin Kau telah mengetahui seluruhnya.


Terimakasih Tuhan. Amin

Minggu, 10 November 2013

I love you... goodbye.

Selamat malam, kamu. Sudah cukup larut malam ini, waktu menunjukkan pukul 22:22. Letih pasti mengerumuni sekujur tubuh ini. Lantunan lagu menemani ku di ruang petak kecil ini, bersama bayanganmu dan saat bersamamu tentunya. Tersadar ku kali ini aku hanya menatap nanar kearah jendela, sepi....penuh tanda tanya...dan bayangan yang seolah menghujam dadaku hingga sesak yang kurasa. Aku tersadar, betapa dulu malamku terbalutkan senyum penuh syukur. Hei, kita sudah berakhir ternyata.

Apabila kamu tidak mau ku masukkan dalam tulisanku, aku hanya ingin lontarkan maaf. Namun baiknya kamu sadar, betapa cerita yang tertulis entah mengapa menjadi sebuah kenangan yang patut untuk dikenang; secepat itu.

Seandainya canda dan ceritamu tidak seindah dulu, ku yakin itu tidak akan menjadi candu bagiku. Seandainya perasaan nyaman tak menyelimuti kita berdua, ku yakin malam ku tidak rapuh karena rindu yang tak terucap. Seandainya rasa tak ada dan muncul begitu hebatnya, ku yakin aku akan tegar melihat mu dengannya.

Kita mungkin sudah salah dari awal. Membiarkan semesta menyatukan kita hingga enggan untuk tak berjumpa. Kita sudah salah dari awal, karena membiarkan pagi dan malam menjadi manja akan ucapan semangat dan untaian doa. Kita sudah salah dari awal, karena membiarkan kesempatan menjadi kebiasaan. Kita sudah salah dari awal, karena mempergunakan waktu bersama. Kita yang salah atau aku saja yang salah karena aku terlalu memikirkannya?

Lalu, apa sekarang? sudah? baiklah....

Intinya begini, kamu, apapun yang kamu lakukan disana ku harap semua yang terbaik. Dan selalu yang terbaik harapku untukmu. Apapun pilihanmu, ku yakinkan kebijakanmu. Apapun bahagiamu, ku doakan menjadi keabadianmu.

Sayang, tak ada penyesalan di batin ini, tak ada kekecewaan. Kamu tahu mengapa? Karena kamu pilihanku, suka duka kelak yang ku dapat, ku pastikan itu yang terbaik, karena memang kamu yang terbaik. Sayang, hatiku sanggup disini bukan karena tegarku, tapi karena betapa banyaknya pelajaran berharga darimu yang menopangku erat.

Tapi terkadang aku sangat merindukanmu. Bila disana kamu merasakannya, tolong jangan hampiriku. Kamu hanya perlu memelukku dalam doa, mungkin tak rupamu; karena aku bisa lupa kalau aku sedang berusaha untuk melupakanmu. Bila mungkin hem...disana kamu tak merasakan rindu seperti ku, aku bisa apa? :')

Hei,

Kamu terlalu indah untuk sebuah luka. Kamu terlalu sempurna untuk ukiran yang menyayat hati ini. Kamu terlalu berharga untuk tetesan airmata yang terbuang sia-sia.

Terimakasih untuk kesempatan bersama yang menyelimuti bahagiaku, terimakasih untuk perpisahan yang mengajarku untuk tegar. Terimakasih telah hadir, karena mampu memberiku bahagia, suka, duka, rindu yang seimbang.

Ingat ya, jangan kembali lagi ya. Jangan tulis cerita baru lagi. Karena kurasa aku butuh buku dengan lembaran baru yang mampu menuliskan cerita bahagiaku yang abadi.






I love you... goodbye. I'm glad to know you. Thank God and thanks you :)

Senin, 07 Oktober 2013

Tak Lagi Seperti Dulu

Malam hari ini ditemani rintikan hujan dan gemuruh kembali memutar saat dulu, saat kita bersama terbalut dalam hangatnya cinta dalam dinginya malam. Pembicaraan yang sederhana mendegupkan geteran cinta yang selalu ku kenang. Candaan yang menghiasi malamku yang sepi. Semua terasa bahagia sampai aku tidak pernah memikirkan bahwa segala sesuatunya akan pergi, termasuk kamu.

Sebelumnya aku tidak pernah memikirkan kebersamaan kita adalah cinta, tak pernah menilai pembicaraan kita adalah candu, dan hadirmu adalah yang ku nanti...Hingga aku sadar bahwa kamu selalu hadir dalam topik doaku, hingga aku sadar betapa rindu menghujam saat ku menantikan hadirnya kamu, hingga aku sadar begitu pesan darimu adalah alasanku tertawa dan ingin selalu ku pertahankan.

Kita pernah merasa betapa rindu itu menyesakkan, apalagi saat kita saling bungkam. Rindu saat tak terungkapkan, apalagi karena sesuatu yang menghalangi, sinyal rusak misalnya, atau karena aku lupa meletakkan handphoneku, misalnya. Kita pernah saling mengingatkan hingga perasaan manja yang selalu rindu akan hal itu. Kita pernah terbentang jarak dan berjauhan dalam jarak, manisnya cerita jarak jauh, rindu jarak jauh juga pernah kita lalui, kasih. Saat pesawatmu akan terbang, saat kamu sakit disana, saat kamu dibuat pening sama kerjaanmu, dan saat ujian sedang menghampirimu. Saat itu, hal sederhana seperti "hei" mampu menjadi obat kita berdua. Kita pernah terbuai pada larutnya malam, memperbincangkan hal yang serius atau sekedar menamani sepiku. Tak banyak yang bisa aku ceritakan tentang betapa kesan bersamamu membuatku kehilangan seperti saat ini. Tidak pernah ku sangka, hal seindah itu dapat aku lalui bersamamu, pria yang tak pernah sedikit pun aku pikirkan sebelumnya.


Sayang, malam ini hujan, aku sedang kesepian dan sangat merindukanmu. Saat saat begini pernah kamu hiasi dengan nyanyian dibalik rekaman suaramu. Suaramu terdengar berat namun tinggi dengan nada suaramu yang sedikit cadel, lucu. Saat saat begini aku sangat merindukan emote peluk dari mu yang entah mengapa seakan mampu mendekapku dan menghangatkanku. Saat saat begini aku pernah terlarut tidur saat bercerita denganmu kemudian terbangun dan kelabakan mencari handphoneku yang lagi-lagi lupa aku letakkan entah dimana.

Aku bingung, belakangan ini sering menulis tentang sebuah kenangan, sepi dan sedih. Tak lagi seperti dulu, hanya ada aku, kamu, dan cinta. Sekarang aku sadar, betapa semuanya akan kembali seperti dulu, saat kita adalah aku dan kamu. Sekarang aku sadar betapa dulu adalah kenangan yang harus aku tutup rapat-rapat. Sekarang aku sadar, kamu dan saat bersamamu akan berlalu sesuai berjalannya waktu.

Ku lihat kamu bahagia disana. Apakah kamu sudah menemukan tempat tujuanmu? Kamu tetaplah tersenyum dan tertawa, bahagialah dengan dia. Biarkan aku tetap kuat tersenyum dihadapanmu karena aku percaya senyum bahagiamu adalah bahagiaku juga, walau aku harus memalingkan pandanganku dari senyum mu itu saat dia mulai merasa sesak, walau aku harus menjauh dan pura-pura tertawa, walau aku harus duduk tertunduk dan pura-pura tertidur agar waktu dapat berlalu cepat. Aku pikir aku bisa sekuat baja bila melihatmu dengannya, tapi nyatanya sifat cengengku belakangan ini kerap muncul menghancurkan topengku. Tak disangka, aku masih menginginkanmu hadir dalam sedihku untuk menguatkanku.

Semuanya telah berubah. Aku senang mengenalmu selama ini. Aku sangat bersyukur akan pelajaran darimu.

Sukses dalam pekerjaanmu ya, kalau bisa kebiasaan merokokmu jangan kerap mengisi rutinitasmu, bibirmu mulai kehilangan rona merahnya karena terbakar, juga matamu berkurang pancaran sinar indahnya. Wajahmu tampak lesu belakangan ini, tapi tawamu meyakinkanku bahwa capek adalah kebiasanmu dan kamu akan kuat menghadapinya. Bahagialah sayang. Percayalah, kita akan sama-sama bahagia walau tidak bersama. Kalau Tuhan berkehendak, maka semua yang baik akan mengalir dalam kehidupan kita berdua.

Jumat, 04 Oktober 2013

Tentang sebuah rasa

Pikirku dalam menelusuri setiap kemungkinan yang membuatnya salah, mengingat kembali kejadian demi kejadian yang menjerumuskan perasaanku, merimangi apa kata orang tentang kita dan membandingkannya dengan degup jantung yang seakan menerima, melihat suatu kepastian yang meyakinkan setiap rasa yang ada, aku mencintaimu.

Dalam setiap nanar pancaran mata indahmu, setiap tawa riangmu, setiap kata yang terucap dari mu, dan setiap perhatianmu...maka pertanyaanku berhenti menghujam pikiran yang saling menyerang dengan perasaan. Sebuah rasa itu muncul, berkembang sesuai berjalannya waktu, bersemi sesuai kehendakNya, hingga akhirnya aku memilihmu. Dengan setiap suka maupun duka, aku siap menjalaninya.

Namun....

Mungkin aku terlalu berani untuk menjalaninya, sebuah perasaan yang berjuang untuk bertahan walau tanpa kepastian.
Mungkin hatiku terlalu tegar untuk melihat betapa senyum mu tergores manis dan indah saat kau bersamanya.
Mungkin khayalku terlalu tinggi bila megharapkan kau disini, bersamaku.
Mungkin pikirku terlalu egois, karena tidak memikirkan perasaanku yang hancur mengetahui karena kamu dengannya.

Tapi bagaimana? Perasaan ini muncul begitu saja, berkembang dan terus tumbuh sesuai prosesnya. Seharusnya proses ku sekarang adalah melepaskanmu dan sejuta harapku. Namun yang ku dapat adalah perasaan yang semakin tulus untuk mencintaimu.

Kasih, bantu aku untuk menyadari bahwa kamu bukanlah untukku. Bantu aku membunuh perasaanku padamu. Bantu aku untuk kuat melihatmu dengan yang lain atau sekedar melihatmu tersenyum menatap layar handphonemu.

Jangan pancing aku untuk melirikmu dibalik kursi itu. Jangan buat aku menyimpulkan seulas senyumku karena tingkahmu. Jangan buat aku menatapmu dalam karena perkataanmu. Jangan dekat denganku, karena aku sangat menyukai aroma mu. Jangan kau lakukan semua itu bila akhirnya kau memunculkan khayalan ku tentang kamu dan dia.

Untukmu, pria yang datang dan pergi sesuka hatinya

Jumat, 27 September 2013

Hei:)

Aku ingat sekali saat pertama kupandangi sinar mata dari matamu yang indah dan sayu dengan gaya bicaramu yang tenang namun pasti, penuh ketegasan dan kepastian sehingga mampu membuatku terkesima. Ku hayati setiap nada lembut yang keluar saat kamu sedang mengangkat panggilan telphonemu, hangat ku rasakan. Saat yang lain mulai berdebat, kamu mendengar dengan seksama, membiarkan yang lain berargument kemudian kamu menengahinya. Kamu cukup membuatku tersenyum. Pancaran kasihmu yang dibalut dengan wawasanmu membuat aku sedikit berpikir, ternyata kamu mampu membuat rasa ku itu berdetak lagi.

Larut ku mencoba mengenal tentang mu, semakin aku menyadari ada rasa yang berbeda. Aku mulai terbiasa dan nyaman ketika melihatmu sedang didepan mimbar itu berbicara dengan mata yang syahdu namun dengan sejubel problema, kamu tetap tenang dan kemudian melihatmu tertawa seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Hei, kamu tahu? Kamu sangat pantas untuk dicinta. Sikapmu yang berwawasan namun terselimuti olah pembawaanmu yang tenang. Semua begitu indah. Aku tidak menyesal telah memerhatikanmu. Tidak heran aku selalu merasa nyaman setiap ku melihat mata mu. Iya, itu awal mengapa rasa itu ada.

Tapi.... kamu kenapa belakangan ini?
Kulihat kamu sedikit tepramental. Kebiasaanmu yang terlalu mempermasalahkan masa lampau dan mengkhawatirkan masa yg akan datang kini semakin meredupkan sinar kasih dari matamu. Perkataanmu yang halus kini mulai membunuh perasaanku. Dia menghantam setiap detak jantung yang berharap ketenangan darimu. Perkataanmu yang sudah semberono sesuka hatinya keluar tanpa mau mendengaran orang lain terlebih dahulu. Kemana kamu yang dulu?

Kasih, dengarlah dan pahamilah.
Kamu, aku, dan kita semua tercipta tidak sempurna. Kalau kamu merasa bebanmu terlalu berat, ingatlah, Tuhan kita tidak akan memberikan kita beban yang melampaui kekuatan kita.
Kasih, tariklah napasmu dalam-dalam terlebih dahulu bila kamu merasakan amarahmu mulai bergejolah.
Kasih, pejamkan terlebih dahulu matamu dan berdoalah dan cerna setiap perkataan yang masuk kemudian kau bukalah matamu. Ingat, jangan merusak sinar cinta ku yang ku terima dari pancaran matamu.

Dari tadi aku asik bilang tentang "mata" ya? Hehe, aku menyukai matamu. Sinarnya lembut dan syahdu. Sinarnya ada cinta. Namun sekarang, sinarnya mulai hangus karena api amarahmu. Aku yakin, nanti kamu akan mengembalikannya.

Tenangkanlah pikiranmu, sayang. Aku merindukanmu.
Terimkasih untuk malam itu, saat kamu telah kembali pulang.
Tidurlah istrirahatkan pikiran dan ragamu, saat kamu membuka mata nanti,  ada semangat dan cerita baru yang harus kamu tempuh. Kisah lama jadikan bekal mu untuk masa depan. Jangan terlalu khawatir. Ngomong-ngomong, rambutmu bukan tercipta untuk cepat gugur, namun karena panasnya otak didalam bekerja sehingga dia sering runtuh.

Sebenarnya aku merindukan saat dulu, saat kita bisa me-review segala hal yang kita lakukan, mencoba menelusurinya bersama dan berbagi nasehat dan kata-kata penyemangat dan komitmen, semua begitu indah dan begitu ku rindukan. Sekarang aku tidak berdaya dihadapanmu. Semoga kamu bisa merasakan harapan dan doaku, selalu yang terbaik untuk mu :')

Untuk kamu...
Pria yang kuharapkan untuk membunuh perkataanmu yang belakangan sering bilang
"aku ngomong sama dia, yaudah dia aja"

Untuk kamu...
Yang bilang kepada ku,"Kalau orang lagi ngomong dengarin dulu"

Untuk kamu...
Pria yang ku cinta

Selasa, 20 Agustus 2013

Tu Me Manques

Ada hati yang patah dan itu hatiku
Rasanya nyawa ini tak ada karenamu
Kau pengaruh terpenting di dalam hidupku
Entah apa ku juga terpenting bagimu
Keinginan hatiku di depan mataku
Sayangnya kau belum juga merasa
Kau pikir aku ada disini untuk apa?
Kau kira sejauh ini ku datang untuk siapa?
Sangat ingin ku katakan.....
Ini untuk mu
Aku hanya lelah dalam menunggumu. Sudah ku putuskan untuk menjauh dari mu. Sudah ku putuskan untuk berhenti memperhatikanmu. Sayang, aku butuh banyak waktu dan pertimbangan untuk melakukannya, termasuk pertimbangan untuk siap melepaskanmu. 
Sekarang, aku sudah mulai melangkah. Tapi mengapa sakit yang kurasakan? Tapi mengapa aku sangat kehilangan? Aku merindukanmu.
Aku rindu semua semangatmu. Aku rindu perhatianmu. Aku rindu hadirmu dalam setiap tawaku. Aku rindu tatapanmu yang mampu menggetarkan rasa sayangku. Aku rindu setiap sapamu dipesanku. Aku rindu pembicaraan bangun tidur dan ucapan selamat tidur kita. Aku rindu setiap pembicaraan kita. Aku rindu kamu, sangat merindukanmu.
Kini aku hanya bisa menatapmu, membohongi setiap sinar bahagiaku setiap melihatmu, mencoba memalingkan wajahku, mencoba menahan senyumku, mencoba menjauhkan diriku pada setiap sentuhan kecil. Namun hatiku tidak sanggup, hatiku kehilangan penyemangatnya; kamu.

Hatiku memilih untuk mencintaimu namun hatiku lelah, dia terluka, dia butuh kamu. Tapi dia tidak pantas untuk sebuah ungkapkan hingga dia memilih untuk diam dan pergi

Tapi sekarang aku tersadar bahwa ada yang hilang dari perasaanku yang terlanjur sudah ku berikan padamu. Ternyata aku tidak berarti tanpamu. Hadirlah, tetaplah disini; bersamaku.

Pagiku tidak lagi secerah dulu, malamku tidak lagi seindah dulu; karena kamu tidak ada. Aku kehilanganmu. Izinkan aku memelukmu, melepaskan rinduku walau hanya dalam doa

Tu Me Manques = Kamu hilang dari ku.
Maaf atas keputusanku yang menyikasaku dan masih berharap kau masih ada untukku. Aku egois? Maaf. Sekarang aku dapat imbalannya, aku merindukanmu setiap saat dan tersiksa karena kau tak ada didalamnya.

Selasa, 13 Agustus 2013

Untuk mu

Aku mengingat setiap pesan yg kau sampaikan padaku. Sederhana sekali. Sesederhana mengingatkan aku untuk makan, tidur, atau mungkin mandi. Sederhana, sesederhana kamu mengingatkan aku untuk menjaga kesehatanku. Sederhana, sesederhana kamu mengingatkan aku untuk semangat mengerjakan pekerjaanku dan pendidikanku.

Sesekali aku menyimak setiap perkataanmu. Menyimak dan menyimpan setiap pujianmu terhadap orang-orang yg sedang lewat disekitar kita, atau mungkin setiap cerita mu tentang mantanmu. Aku menyimpan harapan wanita yang kamu inginkan. Aku hanya bisa diam dan memperhatikan. Tanpa disadari, aku berusaha untuk menjadi seperti yang kamu ingin. Aku berusaha untuk jadi idamanmu. Aku berusaha melakukan pekerjaan yang menyita tenagaku bahkan sesekali menimbulkan penyakitku untuk menunjukkan kalau aku siap menjadi bagian hidupmu. Walau mungkin kau tak menyedarinya :')

Aku berjuang dan menunggumu dalam diamku dan dalam doaku.

Entah mengapa, dirimu disini sangat berarti bagiku, pengaruh terpenting didalam hidupku. Entah mengapa, dirimu disini sangat memotivasiku menjadi lebih baik lagi. Apa mungkin aku juga penting bagimu? 
Sadarlah sayang, aku disini, melakukan ini semua untuk mu :')

Kau pikir aku ada disini untuk apa?
Kau kira sejauh ini ku datang untuk siapa?
Kau rasa ku lakukan apapun untuk siapa?
Sangat ingin ku katakan...... Ini untuk mu :)

Keinginan hatiku di depan mataku, sayangnya kau belum juga merasa :')

Jumat, 09 Agustus 2013

Dia

Dia.....
Aku selalu memikirkannya, tidak pernah ada habisnya.
Benar, aku menginginkannya. Menginginkan mulai dari hal yang  terkecil; sentuhan kecil dari tangannya.
Mungkin dia harta yang paling indah dalam perjalanan hidupku. Karena dia, segala sesuatu indahnya sangat berbeda. Ku haus merindukannya.

Dia....
Aku ingin dia tahu isi hatiku. Dia lah yang terakhir dalam hidupku, tak akan pernah ada yang lain.
Aku ingin dia selalu di pikiranku, karena kaulah yang selalu larut dalam darahku, tak akan pernah ada yang lain.
Aku ingin dia tidak berubah, selalu tertawa riang, dengan tatapan yang syahdu, badan yang tegap berwibawa, dan kening yang sedikit berkeringat.


Hingga sekarang, aku tidak dapat menemukan seseorang yang membuatku nyaman bercerita segala keluh kesahku atau bahkan bahagiaku.
Hingga sekarang, mungkin dia yang terbaik.
Hingga sekarang, aku masih berjuang; karena dia adalah yang aku inginkan.
Hingga sekarang, aku masih menunggu; karena dia satu-satunya yang membuatku kuat dalam setiap keadaan.
Hingga sekarang, aku masih memilihmu.

Jangan khawatir. Aku telah memilihmu, hatiku telah siap. Apapun yang terjadi mau senang atau sedih, aku siap.
Jangan khawatir. Aku akan siap mencintaimu bila Tuhan mengizinkan kita bersama, dan aku akan siap untuk pergi bila kau memilih yang lain.
Jangan khawatir. Aku mencintaimu karena tulusku dan kebaikan darimu. Pabila kebaikanmu kau beri padaku karena kau memang baik; terimakasih. Pabila atas dasar 'cinta'; terimakasih.
Jangan khawatir. Aku siap untuk semuanya.

Kau tahu mana yang terbaik. Jika mungkin belum sekarang; jangan paksakan. Hatimu harus benar-benar kokoh dalam membangun fondasi cinta yang baru.
Kau tahu mana yang terbaik. Jika kau sudah menemukannya; jagalah.
Kau tahu mana yang terbaik; untuk kau cintai, bukan untuk menemanimu saat bosan, bukan untuk bermain denganmu, atau untuk sekedar menghiasi Led warna di Blackberrymu.



Ini bukan curhat, hanya komplikasi dari beberapa lagu yang aku dengar. Sabtu/10 Agustus 2013; 02:25, ada yang aneh padamu semalam. Semoga lekas sembuh keceriaanmu. Selamat tidur.

Selasa, 06 Agustus 2013

Hello Seven!

Aturannya hari ini 2 tahun....

Kamu mungkin masih mengingat awal kamu nyatakan perasaan ke aku, kemudian seminggu setelahnya baru aku terima pernyataanmu. Kita pernah menjalani hari-hari bersama :D

Kita pernah rajin untuk saling sapa, ngabarin kegiatan sehari-hari, telfonan sekedar melampiaskan rindu, terkadang kamu main ke rumah kira-kira jam 9malam baru nyampe. Hadirmu sungguh aku nantikan. Melihat rambutmu yang acak-acakan selesai melepaskan helmmu, jeans panjang ketat dikaki mu yang kurus, baju kaos oblongmu, sepatumu yang selalu kau pijak ujungnya, serta aroma parfummu yang menggetarkan jiwa. Sesekali kau mengusap kepalaku, tersenyum, dan kita tertawa bareng. Mungkin sembari menertawai temanmu yang turut kau ajak untuk meramaikan rumahku. Tapi kamu juga pernah mengusir mereka hanya demi kita bisa berdua. Gak aneh-aneh sih. Kamu cuma bercerita tentang Gerejamu, kelompok band di Gerejamu, keluargamu, dan kamu. Sesekali kamu pegang jemariku, kau usap-usapkan di tanganmu kemudian kamu mengukur besaran jari kita. Hey, jariku pendek gendut-gendut--- Saat itu kamu memberikan aku gelang kesayanganmu. Cantik. Aku suka gelang ya melingkar di tanganmu. Namun kamu memasangkannya di jari aku sembari mengusap kepalaku lembut.

Pernah kemarin kamu mengajaku ke Gerejamu, mengenalkanku pada teman-temanmu dan majelis di Gerejamu. Kau tahu? Betapa aku sangat bersyukur. Kau memperkenankan aku masuk kedalam rumah Tuhan; tempat biasa kau bermain musik dan mendengar firmanNya. Kau memainkan lagu dengan detakkan alunan musik drum mu, kemudian aku bingung kau sedang ngapai; kamu cuma tersenyum dan membelai ku lembut. Aku suka kau usap aku lembut, aku pikir itu seperti lembutnya cintamu.

Sayang, sekarang itu hanya sebuah kenangan.

Terimakasih akhirnya aku bisa melipat kenangan kita dan aku bahagia disini. Terimakasih, akhirnya aku walau berjumpa denganmu lagi, aku tak merasakan kesedihan sesedih awal kita berpisah. Terimakasih, akhirnya kau hadir lagi dalam hidupku tidak lagi menimbulkan rasa yang aneh.

Walau sudah banyak kau temukan penggantiku, disini aku hanya ingin menunggu. Maaf kasih, aku cukup trauma karena mu. Aku cuma berharap kamu bahagia, dan aku juga bahagia dengan pilihan kita masing-masing. Jika disana kau sudah menemukan yang lain, berusahalah untuk menjadi pribadi yang bisa menjaga pilihanmu. Jika disana kau sudah menemukan yang lain, doakanlah aku agar tidak takut untuk membuka hatiku dan menemukan jauh lebih baik dari sosokmu.

Aku menyesal mengenalmu? Tidak. Justru dari mu aku belajar banyak. Aku belajar untuk tetap kuat, belajar untu sabar, dan belajar memahami kalau "hidup ini akan terus berjalan". Terimakasih.

 Blog ini ku tulis bukan untuk mengenangmu, menyedihkanmu, atau merindukanmu. Ini hanya bukti ketulusan betapa aku sudah benar-benar menutup segala kenangan kita.
Kamu yang disana, goodluck ya!^^

Sabtu, 03 Agustus 2013

Dengan Dia Saja

Aku lelah pura-pura tidak tahu kemudian menutupi segalanya dengan senyuman dan tawa agar mampu menutupi airmata yang terbendung

Aku lelah seolah tidak melihat kamu tersenyum bahagia dengan dia, atau mungkin hanya berada bersampingan dengan dia. Aku lelah seolah aku turut bahagia saat kau melucu dengannya. Aku lelah saat kau menatapnya. Aku lelah melihatmu bermain dengannya. Aku lelah melihat kau dengannya.

Tapi aku sadar, aku bukan siapa-siapamu. Lalu aku bagaimana?

Jauh sebelum aku mengatahui ini semua, lama hatiku telah aku kuatkan. Pasti berat untuk mencintai orang sepertimu. Hingga ketulusan itu muncul dan rasa sayang itu tak bisa disembunyikan lagi. Kau menanamkan cinta yang luarbiasa dengan cara yang sederhana, mengangkatku pelan-pelan, kemudian kau meninggalkan aku, menghempaskannya begitu hebatnya. 
Aku ingin pergi dari mu, memilih untuk menjauh agar kau dapat fokus bahagia dengannya. Tapi bagaimana dengan ku? Padahal saat mencintaimu butuh waktuku untuk terus mendoakanmu, meyakinkan diriku padamu, menjalani hari-hari bahagia; lalu aku berhenti sampai disini? Ku rasa itu akan sangat sia-sia. Memilih untuk lanjut terus? Apa aku bisa meyakinkan diriku untukmu? Apa kamu jawaban dari setiap hela doaku?
Sayang, aku pikir kamu berbeda dengan orang-orang yang lain. Aku pikir kamu penuh komitmen dan kepercayaan dalam urusan hati, tapi kamu masih terlalu muda ternyata, terlalu labil sehingga kau menghapiri setiap hati dan pergi meninggalkannya.

Carilah bahagiamu dalam masa muda mu ini, tapi jangan bermain-main denganku. Aku hanya tidak cukup kuat untuk kau sakiti, Aku hanya cukup bodoh untuk menyayangimu, Aku hanya cukup keliru terhadap semua kelakuanmu padaku. Ternyata kau melakukan hal yang sama pada setiap wanita</3

Lakukanlan dengan dia saja, aku lebih baik mundur.

 Apabila aku harus merasakan sakit, bantu aku untuk bersyukur. Setidaknya kau tidak terlalu lama hadir dalam kehidupanku.
Apabila aku harus merasakan kesepian, bantu aku untuk menyadari bahwa hadirmu tak ada bedanya dengan kehadiran teman-temanku yang lain.
Apabila aku harus kehilangan kamu, bantu aku untuk melihat betapa kau berharga dalam hidupku; dulu.

Aku lelah...
Bila aku harus melepasmu, bantu aku untuk menghapus tentangmu. 
Bila aku harus tetap berjuang, bantu aku untuk meyakinkanku bahwa kamu yang terbaik.
Bila pada akhirnya kau harus bahagia dengan dia; komitmenlah, setialah.

Aku pergi. Hati-hati dalam perjalananmu :')

Jumat, 02 Agustus 2013

Ketika Cinta Menyapa

Cinta datang tiba-tiba, begitu saja, sederhana saja; tapi luarbiasa

Ketika kamu jatuh cinta, kamu gak akan melihat seseorang itu dari segi postur tubuhnya. Bisa jadi yang kamu sukai itu yang tinggi atau cokelat manis atau mungkin yang sixpack. Namun kenyataannya dia yang kamu cintai berbanding terbalik dari yang kau inginkan. Bisa jadi dia yang kau harapkan lebih tua dari mu, namun yang kamu dapat brondong asik. Bisa jadi dia yang kamu harapkan seorang konglomerat namun yang kamu yang dapat karyawan. Lalu bagaimana? Syukuri saja.

Dia pilihanmu, hatimu sudah memilihnya. Apapun yang terjadi, berjuanglah. Tidak ada yang sempurna jika melulu kita mencarinya. Belajarlah dewasa, karena cinta yang tulus dapat merubah segala sesuatunya menjadi lebih baik.

Tapi jangan termakan cinta. Mencintai emang apa adanya, ingat, asal yang apa adanya itu menjerumus ke hal yang positif. Cinta memang buat kamu bahagia sekali tapi kadang bisa nyakitin banget.
Cinta ga boleh instant, biar ga salah langkah harus butuh waktu. Karena saat kau jatuh cinta kau harus membangun komitmen didalamnya, kepercayaan dan kesetiaan.
Lalu dia yg kau cintai tak sesuai harapmu?
Kali aja kekuatan cintamu dapat memotivasi kekasihmu untuk diet
Kali aja kekuatan cintamu dapat memotivasi kekasihmu untuk belajar masak
Kali aja kekuatan cintamu dapat memotivasi kekasihmu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam kepribadinya dan karirnya

Kita gak menuntut dia untuk menjadi sempurna sesuai yang kita harapakan, karen bila kita menginginkan dia seperti apa yang kita inginkan, berarti kita hanya ingin cerminan kita yang ada padanya. Lalu bagaimana mungkin cinta dapat memperbaikinya? Kombinasikan cinta dengan kasih. Tak perlu memaksa, tak perlu menuntut aneh, tak perlu KDRT, yang perlu adalah berbicara dengannya, rangkul dia, dan genggam dia mari bersama membangun semuanya menjadi lebih baik; dan tak lupa untuk saling mendoakan.

Karena apa yang kita inginkan tak melulu indah seperti apa yang kita butuhkan. Tuhan kita tahu apa yang terbaik buat kita, buat masa depan kita yang cerah, dan buat dia; jodoh kita :)



Cinta dapat merubah kriteria seseorang dan merubah karakter seseorang menjadi lebih baik lagi
 

Rabu, 31 Juli 2013

Panggung Sandiwara?

"Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Setiap kita mendapatkan satu peranan yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Ada peran berpura-pura" 

Sejenak aku termenung, didunia ini ternyata banyak yang kusembunyikan.
Bayangkan, mulut yang suka berbicara dan tertawa ini ternyata menyimpan kelutnya pahit kesedihan. Mata yang seolah-olah menari tertawa riang ternyata membendung airmata. Namun hati, yang tak kelihatan ini memang tak bisa dibohongi.

Terkadang, orang yang banyak tertawa menyimpan kesedihan yang teramat. Karena tidak semua yang harus diucapkan mulut. Dia adalah pendrama yang luarbiasa.

Tapi percayalah, dia adalah sosok yang perlu dirangkul; dalam doa.

Kita kadang mengharapkan seseorang untuk mengerti perasaan kita, tapi kita tak mau mengungkapkan perasaan yang berujung pada kekecewaan. Lalu bagaimana? Yang ada kesedihan malah bertambah. Salah siapa? Iya, kita sendiri. Setelah menyadari itu kesalahan kita, menangis tersedu-sedu kemudian bersandiwara untuk menunjukkan kalau kita tidak ada masalah, tersenyum semanis mungkin sehingga orang sekitar hanya melihat keindahan kita. Dunia ini kejam.

Namun satu yang pasti, semua akan berlalu.
Belajarlah untuk menjalankan semuanya dengan penuh kasih, karena pada kenyataannya kasih mengajarkan kita untuk kuat dan tidak menyerah. Disaat rasa kecewa muncul maka kasihilah sesamamu manusia agar muncul kedamaian hati.
Belajarlah untuk menjalankan semuanya dengan penuh keiklasan, karena saat kita iklas maka rasa bahagia akan muncul dengan sendirinya meredam rasa kecewa dan kesedihan.
Belajarlah untuk menjalankan semuanya dalam kekuatan doa, karena doa melebihi apapun. Saat manusia tidak bisa mengobati luka, saat keadaan semakin melemahkan kita, saat apa yang kita harapkan semakin mematahkan kita, maka doa akan menyembuhkannya, karena Tuhan kita kuat.

Panggung Sandiwara? Aku rasa itu hal yang hebat, suatu cara untuk mendewasakan diri.
Coba saja kita bayangkan setiap orang yang sedang sedih menangis menangis dan menangis, mau jadi apa?
Panggung Sandiwara boleh, asal dijalankan dengan pikiran positif dan hati yang damai, hitung-hitng dapat mendekatkan kita kepada Tuhan.

Tersenyumlah, tertawalah, dan terlihat indahlah. Kau lebih manis bila menutupi segala kesedihanmu dengan sesuatu hal yang penuh kedamaian dan ketulusan :)

Selasa, 30 Juli 2013

Sekedar harapku

"Tenanglah, aku disini..."

Sebuah doa telah aku panjatkan berkali-kali dengan Tuhanku; tentang kamu. Tetesan air mata turut serta menghiasinya, degupan jantung yang menyesakkan jiwa turut meramaikan suasana. Sebegitu hebatkahnya cinta yang kau tanamkan?

Doa ku sederhana; jika kau memang jalanku, ku akan memilikimu. Jika tidak, aku akan pergi. Mengubur kenangan walau hubungan ini tak berstatus.

Dengarlah, aku cukup nyaman dan bahagia ketika kau didepanku sambil mengendarai motor bercerita ringan atau mungkin sedikit serius menjerumus ke nasihat; di bawah terik matahari, dengan macetnya jalanan, atau mungkin dimalam hari ditemani oleh lampu jalan dan dinginnya angin malam; hey. Waktu hujan kemarin aku menyarungi kepalamu, dan aku yakin wajahmu sangat lucu. Diwaktu yang berbeda, kira-kira jam 9 malam hujan rintik-rintik, aku ingat, lembut sekali kamu usap kepalaku

Aku cukup bahagia memeluk tas mu yang terkadang aroma debu dan matahari, sambil bersender dibalik jok kursi di mobilmu, mencium aroma badanmu dengan parfurm biru khas mu, sedikit terganggu dengan asap rokokmu namun diteduhkan kembali sama suara manjamu, dengan bibir sedikit dimayunkan dan tatapan matamu yang seolah meminta dikasihani karena parasnya yang sayu.

Aku cukup bahagia turut serta dalam pertandingan sepakbola mu. Menjaga barang-barangmu, melipat pakaian bersihmu, keciprat keringatmu, dan duduk dibelakangmu dengan bahagia karena kamulah satu-satunya pria berkeringat yang tetap wangi. 

Aku cukup bahagia disaat angin malam yang mengganggu kesehatanku dan sinusitisku, kamu berkata "angin malamnya ini emang ga bagus, penyakit semua disini." Karena kondisiku kamu juga sering marah menyuruhku untuk cepat pulang.
Aku cukup bahagia melihatmu membantu memanasi cokelat batangan dia dalam panci berisi air, kemudian wajahmu panik waktu melihat airnya mendidih. Melihatku sedang memasak walau kau mengejek lemak ditanganku yang seolah bergoyang bahagia kemudia tamparan yang sedikit pedas pun melayang ke pipimu; maaf :D Ohiya, jam 2 pagi, saat semua masih berkumpul di rumahku dan akhirnya kue-kue kita selesai dimasak, kamu santai ngomong "Ada busa ditanganmu".

Aku cukup bahagia saat didalam perjalanan mencari toko kue, kamu menyuruh aku ikut melihat tokonya dan aku malah sibuk sendiri karena aku bilang tokonya udah lewat padahal tokonya tepat di depan kita, lalu kau mengatakan bahwa mata aku sayu. Sehabis ujian itu juga, kau baru keluar dari parkiran dan melihatku, sontak kamu berkata "pake celak diatas bawah kelopak matamu ya?"

Aku cukup bahagia saat aku lelah berolahraga kemudian kamu bilang supaya tidak terlalu memaksakan diri yang penting sehat, ehh kemarin sehabis melihat pesta pernikahan teman kita, besoknya kamu bnyuruh aku diet, biar muat baju pengantin ;p Hei, aku sekarang lagi musuhan sama nasi, loh :D

Aku cukup bahagia waktu buka twitter dan ngelihat kamu lagi retweet-an bareng temanmu, awalnya ejek-ejekan jomblo, terus kamu bilang kalau kamu hampir punya pacar; temanmu enteng ngebalas ketengikanmu dengan cara nyuruh kamu gereja karena nawaitu bukan karena 'adektu'

Aku cukup bahagia di ruang karoke duduk disampingmu, menganggumu bernyanyi dengan serius kemudia kau menjepitkan tanganku diantara pahamu, sedikit menoyor kepalaku lembut kemudian mayun.

Aku cukup bahagia di tempat tidur sambil membaca pesanmu, biasanya kamu lagi nemani mamamu mencari bahan sekolahnya atau mungkin dalam mengerjakan tesisnya; tapi biasanya aku ketiduran. Pernah suatu malam dalam bosanku, aku meminta dan kau memberikan, lagu yang isinya tentang walau perutmu buncit kau tetap terseksi? Percayalah, lemakmu begitu aku rindukan. Bicara soal cita-cita juga segudang pertanyaanku, atau bahkan menemani ku nonton film horror tengah malam yang memaksamu untuk tetap terjaga menemaniku walau hanya dari pesan singkat.

Aku cukup bahagia saat kau memberitahuku apa yang sedang kau kerjakan, menyuruhku tidur siang, dan mengingatkanku untuk semangat belajar. Saat aku asyik dengan temanku kemudian kau mengatakan "aku sombong" sembari menanyakan aku kemana saja; membuatku bahagia. Harapanku sederhana, jangan berubah. Tetaplah tanam rasa bahwa kau butuh aku.

Aku cukup bahagia saat aku terlarut dalam kesedihan dan kamu seolah mengerti dan mencoba untuk masuk kedalamnya. Bahkan airmataku kerap kali tak terbendung dan aku menghidarinya darimu; kamu marah, kamu bilang aku terus-terus menghindar dari kamu.

Aku cukup bahagia dengan hal-hal sederhana hingga luarbiasa yang pernah kita lalu. Enam bulan sudah tanpa kejelasan namun aku tidak menggebu-gebu. Aku tak mengerti apa yang terkadang mengangguku. Kurasa hatiku telah letih menunggumu, mengharapkan kepastianmu.

Salahkah disini aku berfikir bahwa apa yang telah kau berikan padaku atau yang telah kita jalani bersama adalah saksi bisu rasa cintamu?

Kau tahu? Disaat aku bertekad untuk melakukan semuanya tanpamu, kau selalu hadir. Seakan berusaha melarang aku untuk berhenti memperjuangkanmu.
Bila aku berhenti sampai disini, berarti aku harus rela bahwa perjuanganku sia-sia. Bila aku harus memperjuangkanmu dan kamu tak memilihku, aku akan terluka dan mungkin akan hancur disini aku harus rela melihatmu bahagia walau bukan denganku.
Bila pada kenyataannya kita tercipta bersama hanya demi status "abang-adek" bantu aku untuk menghapus rasa sayangku, hadirlah selalu dalam setiap tetes airmataku, dan tetap doakan aku; sebagai adekmu.

Maaf bila aku salah menilaimu :')
Maaf bila aku terlalu mementingkan kodrat sebagai wanita yang melulu menggunakan perasaannya dan melupakan kamu sebagai pria yang menggunakan logikamu.
Terimakasih.


"Tak pernah sedikitpun aku bayangkan,
Betapa hebatnya cinta yang kau tanamkan
Hingga waktu beranjak pergi, kau mampu hancurkan hatiku"  -Ipank, Ada yang Hilang


"Cause i don't wanna lose you now
I'm looking right at the other half of me" -Justin,Mirror

Learn From Love

When you are used to falling in love....
Close your eyes, feel the breath, remember all the love-story
Just make you happy from what you did, no matter how hurt the promblems come in
Love is beautiful, when you combain it with faith, pray, peace, and fight



Somehow, i'm imaging how beautiful when i'm with the man who i loved. Sharing about our promblems, laugh each other, fight together for our promises and hopes, pray for make it real, then talk about our future; a happy family with three-little-baby in cute house ever.

Baby, i think i'm in love, and i'm already confused with all of the worst feeling that i feel when you are inside me or far away. Love is going me stupid actually. People say "love can make you awake in the midnigth, smile when you remember all the crazy things called love", i"m not sure, but i just do.
Until i found myself dissolved of love, many questions play around my head, destroy my brain, and fall dawn my tears......uh. Am i falling? Does he the best man that can solve my last broken heart? Does he wouldn't broke my heart like my past did? Or......Does he love me like i love him?

I'm sure; my love is too big, sincere, and its hurt me.

I felt happy with every moment that i shared with you, yes i did and i just wrong.

Now i'm done.

Love is bring you in the peace river, make you calm there, no need to getting confused with shit questions, and make your tears fall dawn cause jealous, or somebody who try to make you sad. Love is peace.

Learn from Love, though i am broken i can stay strong there, even not with you.
Love learn me how to loving someone with sincere, love without want  feedback, keep in pray for someone you love in every situation, pray for their healthy, and with their happiness. 



 Dear you, i can''t do everything as well as now if you are not in
I can't be strong like this if you aren't here with me give spirit
Dear you, thankyou and goodbye