Kamis, 12 Desember 2013

Jika Wanita Menangis

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.

Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya... .

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa egoisnya

Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika seorang wanita menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,

Lihatlah matanya....

Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan....

Wanita mana lagi yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu.... ..

Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.


Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,


Kamis, 05 Desember 2013

Kelak

Sebelumnya ku mau ucapkan maaf karena selama ini memang sudah cukup menyusahkanmu. 

Aku jadi teringat, waktu itu dikeramaian, ternyata kita tidak kalah ramai diantara mereka. Sedikit berlebihan sih memang. Saat malam telah menunjukkan gelap dan dinginnya, lagi lagi suasana kita tidak kalah dinginnya. Dan sekarang, saat suhu badan sedang panas-panasnya, kita juga tidak kalah panas.

Namun satu yang perlu kamu tahu....
Penyakitku itu satu; kamu. Obatnya juga satu; kamu.
Kamu tahu kenapa?
Saat tak melihatmu, ada rindu yang menyerang. Dia menyerang hati dan pikiranku. Tak jarang menggaggu aktifitasku, namun ku tak berdaya. Kadang malah membuat penyakit dariku. Begitu melihatmu, ada rindu yang terobati; tapi tak sesuai harapan. Karena aku sadar, kamu bukan orang yg layak untuk ku rindukan. Emang kamu siapanya aku? Sakit lagi. Tapi satu, aku ga mau saat saat itu berlalu dengan cepat, karena ku ingin menatapmu, dengan segenap tawa mu, yaa... Mungkin tawa saat kamu menatap layar handphone mu; bahagia dengan yang lain gitu.

Tapi kadang penyakitku akut, jadi agak berlebihan yang menyebabkan rasa manja. Kamu tidak suka ya? Maaf. Ku hanya ingin memuaskan rinduku. Tapi sepertinya kamu tidak mau ya? Iya, aku kan tak berarti untuk mu. hhehe.

Ku harap kamu tidak marah. Ku harap kamu tetap sabar ya. Karena rindu tak terungkapkan itu dapat mengakibatkan salah penafsiran. Jadi, apapun yang kamu pikir tentang aku, semoga tidak jadi alasan utama munculnya jarak antara kita.

Aku mau bilang, saat itu aku tidak benar-benar menangis. Aku hanyak ingin melihatmu tidur nyenyak malamnya dan paginya kamu bangun dan ngigau, ku rasa itu lucu. Saat tengah malam itu ku juga tidak benar-benar memaksa malam itu terus berlanjut. Aku hanya ingin melihatmu dengan gagahnya tampil diantara orang jahat itu. Tapi percayalah, walau ku tak bisa melihatnya, kamu tetap gagah di mataku, walau hanya sekedar dari tampilanmu saat lelah, misalnya. Dan saat itu, aku tidak benar-benar ingin meramaikan suasana, yang ku mau hanya mengobati rindu yang sepertinya akan berhenti sampai saat itu. Namun gagal. Sepertinya ku akan merindukan mu lagi :p

Kamu jangan marah ya. Kamu diam saja sudah cukup membuatku sedih. Maaf. Aku memang cukup rewel untuk merusak mood mu. Aku cukup kekanak-kanakan, ya, sehingga mampu jadi alasan kuat kita tidak bersama. Tapi yah, saat begitu akunya butuh kamu; ngajari aku. Ngajari aku tuk jadi seperti yang kamu minta dan inginkan.

Percayalah....

Suatu saat nanti, kamu bakalan nemu pasanganmu yang tidak meribetkanmu. Kamu mau ini dia nurut, dan sebaliknya; manis sekali yah. Suatu saat nanti, tidak ada aku lagi yang mengganggumu, membuatmu khawatir, dan marah. Suatu saat nanti tidak ada aku lagi yang bodoh dalam mengungkapkan rindu hingga memunculkan percekcokan. Suatu saat nanti, tidak ada aku lagi yang mengharapkan kamu selalu hadir.

Tapi percayalah, suatu saat nanti, masih ada aku yang mendoakanmu agar kamu tetap menjadi pria yang sabar, yang lembut, dan yang perhatian.

Terimakasih untuk tetap hadir dan sabar. Maaf telah merepotkanmu.

Pergilah saat kamu mulai tidak betah dengan sifat ku. Siapa tahu aku bisa belajar untuk bisa  kuat tanpa mu.