Aturannya hari ini 2 tahun....
Kamu mungkin masih mengingat awal kamu nyatakan perasaan ke aku, kemudian seminggu setelahnya baru aku terima pernyataanmu. Kita pernah menjalani hari-hari bersama :D
Kita pernah rajin untuk saling sapa, ngabarin kegiatan sehari-hari, telfonan sekedar melampiaskan rindu, terkadang kamu main ke rumah kira-kira jam 9malam baru nyampe. Hadirmu sungguh aku nantikan. Melihat rambutmu yang acak-acakan selesai melepaskan helmmu, jeans panjang ketat dikaki mu yang kurus, baju kaos oblongmu, sepatumu yang selalu kau pijak ujungnya, serta aroma parfummu yang menggetarkan jiwa. Sesekali kau mengusap kepalaku, tersenyum, dan kita tertawa bareng. Mungkin sembari menertawai temanmu yang turut kau ajak untuk meramaikan rumahku. Tapi kamu juga pernah mengusir mereka hanya demi kita bisa berdua. Gak aneh-aneh sih. Kamu cuma bercerita tentang Gerejamu, kelompok band di Gerejamu, keluargamu, dan kamu. Sesekali kamu pegang jemariku, kau usap-usapkan di tanganmu kemudian kamu mengukur besaran jari kita. Hey, jariku pendek gendut-gendut--- Saat itu kamu memberikan aku gelang kesayanganmu. Cantik. Aku suka gelang ya melingkar di tanganmu. Namun kamu memasangkannya di jari aku sembari mengusap kepalaku lembut.
Pernah kemarin kamu mengajaku ke Gerejamu, mengenalkanku pada teman-temanmu dan majelis di Gerejamu. Kau tahu? Betapa aku sangat bersyukur. Kau memperkenankan aku masuk kedalam rumah Tuhan; tempat biasa kau bermain musik dan mendengar firmanNya. Kau memainkan lagu dengan detakkan alunan musik drum mu, kemudian aku bingung kau sedang ngapai; kamu cuma tersenyum dan membelai ku lembut. Aku suka kau usap aku lembut, aku pikir itu seperti lembutnya cintamu.
Sayang, sekarang itu hanya sebuah kenangan.
Terimakasih akhirnya aku bisa melipat kenangan kita dan aku bahagia disini. Terimakasih, akhirnya aku walau berjumpa denganmu lagi, aku tak merasakan kesedihan sesedih awal kita berpisah. Terimakasih, akhirnya kau hadir lagi dalam hidupku tidak lagi menimbulkan rasa yang aneh.
Walau sudah banyak kau temukan penggantiku, disini aku hanya ingin menunggu. Maaf kasih, aku cukup trauma karena mu. Aku cuma berharap kamu bahagia, dan aku juga bahagia dengan pilihan kita masing-masing. Jika disana kau sudah menemukan yang lain, berusahalah untuk menjadi pribadi yang bisa menjaga pilihanmu. Jika disana kau sudah menemukan yang lain, doakanlah aku agar tidak takut untuk membuka hatiku dan menemukan jauh lebih baik dari sosokmu.
Aku menyesal mengenalmu? Tidak. Justru dari mu aku belajar banyak. Aku belajar untuk tetap kuat, belajar untu sabar, dan belajar memahami kalau "hidup ini akan terus berjalan". Terimakasih.
Blog ini ku tulis bukan untuk mengenangmu, menyedihkanmu, atau merindukanmu. Ini hanya bukti ketulusan betapa aku sudah benar-benar menutup segala kenangan kita.
Kamu yang disana, goodluck ya!^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar