Larut ku mencoba mengenal tentang mu, semakin aku menyadari ada rasa yang berbeda. Aku mulai terbiasa dan nyaman ketika melihatmu sedang didepan mimbar itu berbicara dengan mata yang syahdu namun dengan sejubel problema, kamu tetap tenang dan kemudian melihatmu tertawa seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Hei, kamu tahu? Kamu sangat pantas untuk dicinta. Sikapmu yang berwawasan namun terselimuti olah pembawaanmu yang tenang. Semua begitu indah. Aku tidak menyesal telah memerhatikanmu. Tidak heran aku selalu merasa nyaman setiap ku melihat mata mu. Iya, itu awal mengapa rasa itu ada.
Tapi.... kamu kenapa belakangan ini?
Kulihat kamu sedikit tepramental. Kebiasaanmu yang terlalu mempermasalahkan masa lampau dan mengkhawatirkan masa yg akan datang kini semakin meredupkan sinar kasih dari matamu. Perkataanmu yang halus kini mulai membunuh perasaanku. Dia menghantam setiap detak jantung yang berharap ketenangan darimu. Perkataanmu yang sudah semberono sesuka hatinya keluar tanpa mau mendengaran orang lain terlebih dahulu. Kemana kamu yang dulu?
Kasih, dengarlah dan pahamilah.
Kamu, aku, dan kita semua tercipta tidak sempurna. Kalau kamu merasa bebanmu terlalu berat, ingatlah, Tuhan kita tidak akan memberikan kita beban yang melampaui kekuatan kita.
Kasih, tariklah napasmu dalam-dalam terlebih dahulu bila kamu merasakan amarahmu mulai bergejolah.
Kasih, pejamkan terlebih dahulu matamu dan berdoalah dan cerna setiap perkataan yang masuk kemudian kau bukalah matamu. Ingat, jangan merusak sinar cinta ku yang ku terima dari pancaran matamu.
Dari tadi aku asik bilang tentang "mata" ya? Hehe, aku menyukai matamu. Sinarnya lembut dan syahdu. Sinarnya ada cinta. Namun sekarang, sinarnya mulai hangus karena api amarahmu. Aku yakin, nanti kamu akan mengembalikannya.
Tenangkanlah pikiranmu, sayang. Aku merindukanmu.
Terimkasih untuk malam itu, saat kamu telah kembali pulang.
Tidurlah istrirahatkan pikiran dan ragamu, saat kamu membuka mata nanti, ada semangat dan cerita baru yang harus kamu tempuh. Kisah lama jadikan bekal mu untuk masa depan. Jangan terlalu khawatir. Ngomong-ngomong, rambutmu bukan tercipta untuk cepat gugur, namun karena panasnya otak didalam bekerja sehingga dia sering runtuh.
Sebenarnya aku merindukan saat dulu, saat kita bisa me-review segala hal yang kita lakukan, mencoba menelusurinya bersama dan berbagi nasehat dan kata-kata penyemangat dan komitmen, semua begitu indah dan begitu ku rindukan. Sekarang aku tidak berdaya dihadapanmu. Semoga kamu bisa merasakan harapan dan doaku, selalu yang terbaik untuk mu :')
Untuk kamu...
Pria yang kuharapkan untuk membunuh perkataanmu yang belakangan sering bilang
"aku ngomong sama dia, yaudah dia aja"
Untuk kamu...
Yang bilang kepada ku,"Kalau orang lagi ngomong dengarin dulu"
Untuk kamu...
Pria yang ku cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar