Rabu, 31 Juli 2013

Panggung Sandiwara?

"Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Setiap kita mendapatkan satu peranan yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Ada peran berpura-pura" 

Sejenak aku termenung, didunia ini ternyata banyak yang kusembunyikan.
Bayangkan, mulut yang suka berbicara dan tertawa ini ternyata menyimpan kelutnya pahit kesedihan. Mata yang seolah-olah menari tertawa riang ternyata membendung airmata. Namun hati, yang tak kelihatan ini memang tak bisa dibohongi.

Terkadang, orang yang banyak tertawa menyimpan kesedihan yang teramat. Karena tidak semua yang harus diucapkan mulut. Dia adalah pendrama yang luarbiasa.

Tapi percayalah, dia adalah sosok yang perlu dirangkul; dalam doa.

Kita kadang mengharapkan seseorang untuk mengerti perasaan kita, tapi kita tak mau mengungkapkan perasaan yang berujung pada kekecewaan. Lalu bagaimana? Yang ada kesedihan malah bertambah. Salah siapa? Iya, kita sendiri. Setelah menyadari itu kesalahan kita, menangis tersedu-sedu kemudian bersandiwara untuk menunjukkan kalau kita tidak ada masalah, tersenyum semanis mungkin sehingga orang sekitar hanya melihat keindahan kita. Dunia ini kejam.

Namun satu yang pasti, semua akan berlalu.
Belajarlah untuk menjalankan semuanya dengan penuh kasih, karena pada kenyataannya kasih mengajarkan kita untuk kuat dan tidak menyerah. Disaat rasa kecewa muncul maka kasihilah sesamamu manusia agar muncul kedamaian hati.
Belajarlah untuk menjalankan semuanya dengan penuh keiklasan, karena saat kita iklas maka rasa bahagia akan muncul dengan sendirinya meredam rasa kecewa dan kesedihan.
Belajarlah untuk menjalankan semuanya dalam kekuatan doa, karena doa melebihi apapun. Saat manusia tidak bisa mengobati luka, saat keadaan semakin melemahkan kita, saat apa yang kita harapkan semakin mematahkan kita, maka doa akan menyembuhkannya, karena Tuhan kita kuat.

Panggung Sandiwara? Aku rasa itu hal yang hebat, suatu cara untuk mendewasakan diri.
Coba saja kita bayangkan setiap orang yang sedang sedih menangis menangis dan menangis, mau jadi apa?
Panggung Sandiwara boleh, asal dijalankan dengan pikiran positif dan hati yang damai, hitung-hitng dapat mendekatkan kita kepada Tuhan.

Tersenyumlah, tertawalah, dan terlihat indahlah. Kau lebih manis bila menutupi segala kesedihanmu dengan sesuatu hal yang penuh kedamaian dan ketulusan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar