Minggu, 04 Januari 2015

Ketika Mata Berbicara

"Kau tahu mengapa aku mencintaimu? Karena mata mu indah.."

***

Subuh ini aku terbangun dalam kesedihan, kembali mengingat setiap pembicaraan yang dulu jadi pembahasan kita. Kembali mengingat bagaimana dirinya menatapku dan sembari memancarkan senyuman manis. Aku merindukannya. Ya. Aku merindukan dua mata indah berwarna cokelat yang dilindungi oleh bulu mata yang panjang. Aku merindukan dua bola mata yang mengantuk saat tengah malam tiba. Aku merindukan dua bola mata yang terkadang berwarna merah ketika dirinya selesai mandi. Aku merindukan dua bola mata yang menatapku lembut saat aku sakit, hanya menatapku saja aku merasa ada dorongan yang mengajak aku untuk tetap semangat. Aku merindukan kedua bola mata yang tersenyum saat aku sedang marah. Aku merindukan kedua bola mata yang menatapku sayu ketika dirinya sedang kelelahan. Aku merindukan kedua bola mata yang berbinar ketika dirinya tertawa. Aku merindukan kedua bola mata yang sering ku kecup saat kita bersama...... Bahkan aku sangat merindukan kedua bola mata yang tidak menatapku sekarang walaupun dirinya sedang senang atau sedih, walaupun disini diriku menatapnya.

Hingga akhirnya aku terbangun, dalam kesesakan dan kerinduan, dalam kenyataan bahwa dirinya tidak akan kembali...

***
"Kenapa dengan mataku?"
"Karena mata tercipta bening jadi kita bisa liat ketulusan didalamnya.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar