Senin, 09 Juni 2014

Biasa namun Tidak Biasa

Aku tidak bisa mengelak untuk menjawab, "Sama kayak aku dulu, dulu aku juga begitu...." dari pertanyaan yang menyangkut soal perasaan.

Bagaimana bisa aku melupakannya dan menghindar darinya, padahal hanya melihat dia saja aku sudah tertawa?

Pertanyaan sederhana yang mungkin setiap orang dapat menjawab, "Yaudah, anggap saja dia seperti orang lain biasa yang juga membuatmu tertawa". That's not as simple as you said.

Sebenarnya, orang yang kita sukai itu sama dengan orang orang lain. Tapi yang buat beda itu perasaan kita ke dia. Kita sudah nyaman dengan dia, merasa bahagia saat ada dia, dan yang paling bikin addicted itu ya, kita sudah terbiasa dengan dia.

Banyak yang lebih dari dia, tapi yang lain itu bukan dia dan sulit kalau bukan dia. Membiasakan diri tanpa dia? Jadi, pada siapa lagi tawa ini lepas? Pada siapa lagi keluh ini bersandar? Pada siapa lagi airmata ini dihapuskan? Pada siapa lagi degup ini berdetak kencang kalau bukan dengan seseorang yang special itu?

Mungkin salah satu caranya adalah, tidak mendewakan alasan "Cinta itu muncul karena terbiasa"


Aku harus mundur perlahan ya? Bagaimana caranya?

Hal yang paling menakutkan dari pertanyaan ini adalah; hari hari tanpanya. Hari hari tanpa pesan singkat disetiap pagi dan malam, hari tanpa cerita lucu sampai sedih, hari tanpa nasehat sampai kekonyolan bersama dia, hari tanpa diingatkan ini itu dari dia. Ya, kehilangan dia; seseorang yang separuh waktumu habis bersamanya. Separuh bahagiamu alasannya adalah dia, namun kini setiap tangismu adalah karena dia? Lalu bagaimana caranya?

....

Aku sedikit sulit menjawab bagian ini. Malam itu, dikeramaian kota dan indahnya lampu malam, tepat dijalan ini aku kembali teringat pada saat dulu. Saat dimana ramainya klakson dan suara orang-orang sekitar yang tidak terdengar lagi karena bahagianya kami berdua. Seakan dulu tak mau terganti, namun inilah aku sekarang; tanpa dirinya, tanpa tawanya, tanpa kekonyolannya.... dan aku masih baik-baik saja.

Solusinya cuma satu, jangan memaksa.

Memaksa segala ingatan itu tetap dikhayalan kita, memaksa dia harusnya dengan kita, bahkan memaksa untuk melupakannya. Biarkan berjalan apa adanya. Iklaskan dia pergi dengan bahagianya sekarang. Dan yang paling membuat tenang adalah, harapkan yang terbaik untuk kedua belah pihak.



Tidak ada yang salah dari sebuah pertemuan. Tidak ada yang salah dari setiap orang yang datang dan pergi dalam hidup ini. Tidak ada yang salah dari setiap tetes airmata kerinduan. Tidak ada yang salah dari setiap harapan. Tidak ada yang salah dari semesta yang mempertemukanmu dengan dia dan memisahkan mu secepat kau tidak menduganya. Yang salah adalah saat kamu tidak membiarkan dia berjalan apa adanya. Let it go.

Tapi aku sayang dia....

:)

Tersenyumlah. Karena senyum adalah sebuah lekukan yang meluruskan setiap masalah.
Tersenyumlah. Karena orang yang kamu sayangi masih bahagia dengan pilihannya.
Tersenyumlah. Karena dia yang kamu sayangi membentukmu menjadi pribadi yang kuat seperti sekarang ini.







Inspired by my another beloved sista. You are what you think.

"Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka." -Mazmur 147:3♡

Tidak ada komentar:

Posting Komentar